alamat baru Cerita 998 http://cerita998.us

Lapor link/video rusak dan request video disini

   

Aku melihatmu berselingkuh

02.00
Aku terbangun ketika mendengar suara dering hp istriku, aku lihat istriku pun tidak ada di sampingku. Aku pergi lihat kamar mandi yang ada di kamarku namun tidak ada tanda tanda istriku sedang di situ, lalu aku keluar ke ruang tengah menuju kamar mandi dekat kamar pembantuku dan samar samar kudengar suara air, ah mungkin istrku sedang mandi di sini pikirku. Aku berniat memberitahu ada telpon namun aku lupa siapa yang tadi menelpon istriku malam-malam begini. Ahirnya aku kembali ke kamar tanpa memberitahu istriku, aku lihat ada satu missed call, tapj kenapa Cuma sekali kalo emang mendadak butuh pertolongan harusnya mungkin nelpon berkali kali, dan juga tidak biasanya istriku menyimpan hp di dekat tempat tidur kami. Ahirnya aku memutuskan untuk melihat siapa yang telah menghububgi istriku, kulihat history yang tadi tertulis nama ‘hitam legam’, gila siapa ini? Apakah teman kerjanya atau saudara dia? Apakah istriku mulai bermain main di belakangku? Ah ga mungkin, dia istri yang baik, dia di didik untuk mengerti agama dan di tuntut untuk bisa menjadi pengajar di salah satu yayasan mikik keluarganya. Aku hilangkan prasangka buruk pada istriku dan aku coba tidur kembali.

“yah, yah,, ayah,, bangun” rely istriku menggoyang goyangkan badanku berniat membangunkanku.
“Hmmhh?”
“bangun yah, lihat jam 5 lebih. Ayo nanti telat lagi”
“waduh, iya aku mandi dulu”
“iya ini udah ibu ambilkan handuknya” istriku memberikan handuk
Aku lalu bangun dan pergi ke kamar mandi yang ada di kamarku, namun sebelum masuk kamar mandi istriku langsung menahan tanganku.
“Emmh, ada yang lupa ya?” kata istriku
“oh iya lupa hehehe, sinih kening ibu ayah cium dulu. Muach!”
“ihihi ayah makasih, jangan lupa lagi ya” istriku lalu mencium pipi ku.
Seperti itu kegiatan sehari hari kami di pagi hari.

Ahirnya aku beres mandi istrikupun sudah menyiapkan baju, makan, sepatu dan lain lain. Dia menemaniku makan sambil memakan roti buatannya
“Yah, nanti ibu mau pergi sama temen ya? Boleh?” istriku memlulai pembicaraan
“Emang ibu mau kemana?”
“di ajak ama Yuli maen ke kampung halamannya, ibu juga udah ngirim cuti buat 3 hari mulai dari sekarang”
“loh kok ga ngasih tau aku dulu sih?” suaraku mulai rada naik
“sebenernya ibu mau kasih tau ayah, tapi kemaren keburu tidur ayahnya jadi yasekarang”
“hmm, kalo ibu ga ikut?” aku mulai bertanya berharap dapat kepastian kalo dia tidak ikut
“semuanya bakal batal lah”
“hmm, yaudah kalo gitu ayah ijinin. Tapi awas jgn nakal dan jangan ada laki laki yah!”
“ayah ngijinin? Yeh makasih ayah!” dia girang jingkrak jingkark seambil menyium pipiku.
“Udh udah ah, ayah mau kerja dulu. Nanti telat lagi”
“hati hati yah, eh lupa! Ibu perginya kira2 jam 12an”
“oke, hati hati yah, muach!” aku mncium kening istriku dan pergi menggunakan kijang terbaruju.

11.30
Pekerjaanku sudah aku selesaikan dengan cepat, dan tidak ada pekerjaan lain yang menmpuk karena memang aku karyawan yang terkenal paling gesit dalam urusan tugas. Setelah kulihat jam aku berfikir untuk lebih mempercepat waktu istirahatku. Sambil jalan ke arah dapur untuk membuat segelas kopi, aku sambil memikirkan istriku. Dia aku nikahi 3 tahun lalu tepatnya saat dia berumur 23 tahun, istriku bernama Rely Aprilia, bekerja di yayasan yang dimiliki oleh bapaknya alias mertuaku, istriku mempunyai badan yang langsing dengan payudara 34b, ukuran yang lumayan meski sudah pernah menyusui anak di saat perkawinan kita berumur 1 tahun lebih, anak kami di simpan di mertua karena memang mereka sangat menyayangi anak sampe sampe di rumahnya banyak juga anak anak yang kurang mampu, anak yatim dan lain lain.
Setelah di depan pintu dapur aku coba membuka pintu, tapi sayangnya susah. Aku coba sekuat tenaga, dan ahirnya terbuka, dan ketika aku masuk lemari di samping pintu tersebut menimpaku. Dan aku mulai tidak sadsrkan diri.
Aku terbangun dan kulihat sudah jam 12.34. Aku baru sadar sekarang ada di ruang UKS. Si Boss langsung memberiku surat dispensasi karena kaki ku mengeluarkan darah dan di perban, tapi katanya sih ga kenapa2. Aku disuruh berobat dan diperiksakan dulu takutnya ada infeksi.
Di perjalanan, aku merasa bahwa aku baik-baik aja, ahirnya aku berfikir mending pulang ke rumah tidur. Setelah di depan rumah aku melihat ada mobil yang tidak aku kenal, itu bukan mobil Yuli tapi mobil siapa? Aku coba telpon nomor istriku,
“Tuuuutttt, tuuuuttt, tuuut. Hmmm halo? Ayah?” istriku mengangkat telponku
“ibu dimana?” aku coba bertanya untuk meyakinkan
“Oh, hmm, ibu udah di jalan yah hmss. Ini Ini sama suami Yuli di jemput” ah kena ahirnya dia berbohong padaku. Dan ternyata mobil ini milik suami Yuli, tapi dimana Yuli?
“oh, emang dimana tujuannya?” aku mulai bertanya lagi
“hmmm, stop dulu” pelan ku dengar istriku bicara “di villa sodara Yuli yah, udah dulu ya Ibu udah mau sampe”
Telponnya langsung dimatikan, dan aku mulai penasaran apa yg terjadi di dalam rumahku, apakah ada penjahat atau memang istriku sedang berselingkuh. Aku parkir di lapang dekat rumahku agar tak terlihat, dan mulai berjalan sedikit goyang karena kakiku. Aku lihat pagarnya terbuka sedikit, dan pintu utama tertutup rapat, aku lalu menuju ke pintu yang ada di belakang, aku harap tidak dikunci. Namun sayangnya pintu belakangpun terkunci, tapi hanya slot kunci. Aku gapai slot kunci di samping jendela yang terbuka dan “slep” aku bisa membuka pintu.
Aku berjalan perlahan agar tak terdengar suaraku, aku lihay kamar pembantuku tidak ada orang, “aneh, kenapa pembantuku tidak ada?” Maju lagi ke kamarku namun sayangnya aku lihat pintu kamarku terututp. Tapi aku kaget ketika mendengar desahan yang sangat aku kenal, itu suara desahan Rely istriku. Aku ingin memastikan apa yg sedang Rely lakukan. Ku ambil kursi dengan perlahan dan aku simpan depan pintu, aku lihat kamarku lewat ventilasi di atas pintu. Dan benar saja aku melihat dengan mataku sendiri, istriku sedang berselingkuh!
Istriku sedang ditindih dan masih mengenakan baju lengkap, hanya menyingkap rok gamisnya.
“uhf, pelan-pelan dong sayang. Nanti memek aku lecet”
“ah ah ah, edaan dasar lonte jilbaban, ga mungkin bisa pelan ini memek sempit banget” lalaki yang bicara itu ternyata badannya emang hitam, dan kutahu itu pasti suami Yuli teman istriku.
“Ah udah, ah ah peg…hel ahhhh yanghh uhhh, akh akhu mau di aatasss afff” istriku minta ganti posisi
“Benthhhaarr, ahhh njing. Memek guruhhh emhhaaang mantafff” makin semangat menggenjot
“Remas toket aku yang keras plis, ah ah ah aku ga tahan”
“ah ah ah, toketnya masih kenceng, aku suka”
“cephethiiin aku mau keluar, memek aku mau keluar!!!”
“sama, bar…rheng”
“ja..ngan… di dalem… ah ah ah jang….”
“aku keluar ahha ah ah ah ah”
“ aku juga, cium aku!”
Dan crot crot crot, kulihat si hitam mengejang kurang lebih 4 kali dan diikuti dengan orgasme istriku. Mungkin mereka sudah lama disini, jadi yang kulihat hanya sebentar persetubuhan mereka.
Lalu setelah 5 menit si hitam mulai bangun dari pelukan istriku.
“suamimu belum pulang jam segini?” si hitam mulai membuka pembicaraan
“belum, biasanya pulang beres ashar, bahkan maghrib kalo macet” istriku menjawab sambil membersihkan memeknya
“maaf tadi enak banget, sampe sampe keluar di dalem” si hitam meminta maaf, berarti masih waras dia
“iya gapapa, nanti aku minum pil KB aja, aku ga mau suami aku kecewa sama aku gara2 hamil anak orang” ah ternyata istriku masih peduli padaku
“tapi kan ga ada yg tau, lagian kamu ketagihan terus kontol aku kan?” tanya si hitam
“Ish, ngomongnya. Ya engga lah meski kontol mu gede tetep aja aku istri suami aku” bela istriku
“Trrus knapa kamu mau di ajak ngentot sama aku, malah di ajak berlibur ke villa Yuli”
“aku Cuma mau ngehargain ajakan Yuli, tapi kamu malah ngentotin memek aku dassar!”
“tapi suka kan?” Si hitam menanyakan istriku sambil dia memakai baju
“Ih, udah ah malu tau. Ayoo berangkat nanti Yuli nanyain kita lagi”
“ahahaha tenang aja Rely sayang, disana juga kamu pasti habis lagi sama konthol aku!”
Ahirnya mereka berciuman kembali, dan aku pikir mereka pasti sebentar lagi mau berangkat. Aku lalu dengan cepat kilat menyimpan kursi dan pergi keluar dengan langkah gontai. Rasa sakit di kaki ku tak aku rasa.
Setelah di mobil, aku seperti orang yang bodoh. Membiarkan istriku berselingkuh, apa kurang semuanya? Apa aku masih belum bisa membuat Rely puas? Lantas kenapa dia berselingkuh?
Belum lama aku melamun, mobil yang si tumpangi istriku lewat di hadapanku, tapi yang terlihat hanya muka si hitam, dan di sampingnya istriku sedang menunduk ke arah sopir.
Aku tak punya pilihan lain selain mengikuti, biarlah surat dokter bisa di kirim esok hari, sekarang aku mau mengintai kemana istriku pergi.
Aku mengikuti mobil si hitam tanpa di ketahui, ternyata mereka pergi ke villa di puncak. Dan aku lihat mobil tersebut memasuki halaman rumah. Aku maju melewati rumah tersebut dan kulihat ada tempat parkir dekat ind*maret. Aku membeli beberapa obat pereda rasa nyeri untuk luka di kaki ku, setelah semuanya beres aku mulai masuk ke villa secara diam diam.
Aku masuk, ternyata di villa tersebut sepi, mungkin hanya mereka berdua. Aku cari cari dimana istriku, aku mengintik ke jendela lalu masuk melewati pintu, kucari setiap ruangan ternyata memang tidak ada siapa2, namun ada satu ruangan yg belum, disitu pintunya tertutup. Seperti biasa aku cari cara agar bisa melihat dalam ruangan.
Dengan jelas aku bisa melihat seluruh ruangan tersebut, aku kaget karna Yuli juga ada disitu dan pula istriku sedang berdandan.
Kulihat istriku memakai kebaya kuning, jilbab dan rok layaknya sperti pagar ayu, dan Yuli kulihat menggunakan baju dres dengan punggungnya tanpa kain. Istriku didandani oleh Yuli dan aku terkesima melihat kecantikan istriku.
Selang beberapa menit istriku disuruh memegang kue kumplit dengan lilin. Lalu Yuli pergi ke kamar mandi yang ada si ruangan tersebut. Lalau dia menggandeng suami Yuli karena si hitam ditutup matanya. Setelah berhadapan dengan kue, Yuli mengecup bibir suaminya, lalu dia membuka penutup mata.
“tara, Happy Birthday sayangku!” Yuli bertiriak
“ah, kok hadiahnya ini sih” kata si hitam
“aku tau kamu pasti suka dengan ini, dan kamu selalu bayangin Rely kan?” sambung Yuli
“iya sih, tapi ini terlalu spesial buat aku. Kamu sudah ngijinin aku ngentot sama Rely aja aku udah seneng banget, dan sem….” Belum beres si hitam berbicara, Yuli sudah melumat bibir si hitam
“selamat ulang tahun sayang, selamat menikmati hadiah ultahmu” ahirnya istriku buka mulut
“tiup dulu dong lilinnya, masa mau ciuman trru?” kata Yuli
“Yeh kamu yang nyium aku duluan” protes si hitam
Rely mengangkat sedikit kue
“wusssshhhh” si hitam meniup lilin dengan sekali tiupan
“istriku menyimpan kue di meja dekat dia, dan mulai mencium bibir si hitam”
“mfff, mff, mff”
“kamu romantis banget Rely” kata si Hitam
“Aku gini karena sahabatku” balas istriku sambil mencium bibir si hitam
“Makasih sayang hadiahnya” kata si hitam
“hadiahnya ada yg lebih spesial loh!” kata Yuli kepada suaminya
“emang apa?” kata si hitam
“ lihat aja nanti, kamu pasti suka” jawab Yuli
Tak lama. Mereka berciuman Rely langsung berlutu di hadapan si hitam, di ikuti dengan Yuli. Mereka berlutut dan membuka sletting celana si hitam. Dan keluarlah kontol berukuran 20cm, aku iri karena ukuranku hanya 16cm bahkan diameternya pun tak bisa dibandingkan dengan si hitam.
“hmmm, sleppp hhmm hmmm hmmm” rely mulai menjilati kontol si hitam
“Aku dong, mau jil…. Mhh mfff mmmmffff ga muat ya kontol suamiku? Hihi”mereka bergantian menjilati kontolnsuami Yuli
“Ah enak banget sayang, di sepong sama guru jilbaban sama seorang istriku. Aahhh ahhh”
“Mmm…mmmm…mmmm” suara istriku saat kontol tersebut di dalam mulut istriku
rely mempercepat sepongannya, kepala rely di pegang oleh tangan kanan Yuli, dan tangan kiri yuli meremas remas toket istriku.
“Ahhh, pegel rahang aku, kamu ih nakal tangannya yuli hihi, bikin aku sange aja” protes istriku
“Enak kan, apalagi itu kontol masuk memekmu, aku aja sampe ga kuat sama nafsu suamiku” kata yuli
“Iya yul, ampe kadang memek aku kewalahan sama kontol suamimu hihi” jawab istriku
Setelah kurang lebih 10 menit, istriku berdiri.
“kamu mau aku kaya gimana sayang?” tanya istriku
“Aku pengen kamu kaya yang di perkosa sama aku dan istriju” kata si hitam
“Mmm, terus?” istriku nanya lagi
“nanti kita di ewe lah pastinya hihihi” potong yuli sebari memegang kedua tangan rely. Namun rely beracting pura pura menolak.
“Jangan, tolong jang…an… per…ahhh. Koosssshhaaaa… sayaaa aaaaahhhh” suara rely terpotong potong karena tangan yuli mulai meremasi toket rely, dan si hitam mila ikut merangsang rely.
“Pliss, ahhh jang… ah ah ah aannnn”
Rok yang di pakai rely sudah terlepas, dan baju kebaya yang di pakai tersebut udah tak karuan bh dan celana dala mulai di lepaskan oleh kedua orang suami istri tersebut.
Lalu di tidurkan rely oleh mereka, lalu rely menutu memek dan toketnya dengan kedua tangannya. Aku mulai panas dan membuka sleting celanaku. Dan mulai mengocok kontolku melihat persetubuhan mereka.
“Ahh jangan, ahh ahh” teriak istriku namun aku tau itu hanya acting
“Jilat memek dia say” suruh yuli pada suaminya
“mmfff mfff mfff” suara desahan rely menahan rasa nikmat di memeknya, itilnya di jilat dengan perlahan oleh lidah si hitam, tangannya yang kasar mulai perlaha memegang lubang memek rely yang sudah basah dari tadi. Jarinya mulai keluar masuk di memek rely.
“jangan ahh ini doss ah ah , jangan!” desah rely tak tertahankan
Yuli yang tadinya diam mulai panas, dan dia meloloskan seluruh pakainnya lalu dia mengocok memeknya denga tangan kirinya, lalau tangan kana yuli memilin putting rely.
Setelah kurang lebih 5 menit, kulihat rely sudah semakin tak menentu gerakannya, tangannya sudah meremas remas tangan si hitam. Tak lama kemudian
“ahh, ahhj jangan! Ahh ahhh mmmm ahhh ak… akk.. Akkhuuu keluar! Ah aha ah” istriku mendapatkan orgasme pertamanya
“gimana? Enak?” tanya si hitam pada istriku dan lalu menatap istrinya
“engga, plis jangan di teruskan, haf haf haf haf” terlihat rely memang sedang mengatur nafasnya
“aku belum yang, pengen di entot ama kontol kamu” ternyata yuli sudah benar benar nafsu
“maaf sayang, aku hanya mau ngentot rely, kamu sabar ya?” kata si hitam
“hmmm, yasudah ini emang ultahmu, nikmati hadiah ultahnu ya sayang. Muach!” mereka mulai berciuman kembali
“Hmmm, dk kacangin kan aku sama pasutri” protes rely karena didiamkan
“Ih iya maaf ya, sini sayang aku mah kamu jadi istri aku sekarang “ kata si hitam
“Iya, kamu puas puasin dulu sama hadiah ultah kamu yang” kata yuli
“sini syang, nikmati memek istri keduamu, aku sudah halal untukmu, nikmati memek ku syang” kata rely sambil membuka kedua tangannya seperti ingi dipeluk
Lalau si hitam mulai memposisikan kontolnya di depan memek rely, dan perlahan demi perlahan mulai masuk
“Mfff, suamiku. Ijin dulu sebelum kaamu menyetubuhi istrimu ini” kata rely
“iyah, ahhh sempitt. Aku tak bisa mau minta ijin. Ahhh kamu sudah milikku”
“mssukan semuanyaaaaahhhhhh ahhh ahhh ahhh ahhh” teriak rely karena si hitam mulai mempercepat genjotannya di memek rely
“ah ah ah, memeknya ga pernah bosen” kata si hitam
Mereka berdua ngentot dengan posisi istriku di bawah, dan si hitam yang bekerja menggenjot memek rely.
Yuli yang sudah panas ikut masturbasi di samping suaminya.
Setelah bosan dengan gaya tersebut merrka berganti posisi, rely di tunggingkan seperti anjng lalu di genjot dengan brutal oleh kontol si hitam
“ah, pelan, ah mentok, pelan, ah ah ah ku … keh… luar… ahhhh aahaah mmmmm” rely mendapatkan orgasme kedua, tangannya meremas jilbabnya yang masih terbungkus
Melihat rely tak berdaya, si hitam mulai mencabut kontolnya dan memposisikan di depan memek yuli.
“Ah, ahirnya memek aku kebagian, perkosa aku syang” kata yuli
“Ah, ahh ahh. Memek kalian emag hebat. Padahal sering aku pake ah ah ah”
“lebih kencang, aku sudah hampir sampai yang…. Ah ah aha ah” yuli memejamkan matanya mungkin dia tadi hampir orgasme dengan tangannya lalu sekarang di genjot oleh suaminya
“Aku juga sayang mau keluar, aku kluarin dimana? Ah ah ah” kata si hitam
“ di badanhhh aahh relyyyhhh sajahhhh, ahhh yangggg” yuli menegang badannya seperti kejang kehang dan di memeknya mengeluarkan cairan, ternyata dia squirt. Ternyata yuli sudah mendapatkan orgasmenya. Si hitam mencabut kontolnya namun yuli masih kejang kejang karena lemas akibat squirt tadi.
Di arahkan kontolnya ke badan yuli, tapi si hitam langusng mengarahkan kontolnya ke depan mukanya, lalu mengeluarkan spermanya di myka rely, sebagian keluar di muka rely, dan sebagian di jilbab rely.
Si hitam tidur di tengah tengah mereka, dia sudah mulai lelah. Namun yuli mendekat ke rely dan menjilat muka rely.
“ih yuli, kaya lesbian aja ih, hihi” kata rely sambil mukanya dijilat oleh yuli
“sperma suamiku ada di muka kamu, makannya aku penasaran pemgen coba hihi” balas yuli
“ihh, kalo gitu aku juga pengen” pinta rely
“nih, muachh” yuli mencium bibir rely mereka berciuman dan saling lumat
“ihh, kan aku ga suka ah ciuman sama perempuan” protes rely
“dih padahal kamu juga menikmati hihi”
Dan aku juga melihat pemandangan tersebut langsung tak kuat menahan sperma yang ada di kontolku, spermaku menyemprot pintu ruangan mereka, karena lemas dan kakiku memang sakit, aku tak bisa menahan posisiku hingga ahirnya aku terjatuh dan tak sadarkan diri.

TAMAT

Leave a Reply

cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita sex incest sedarah, cerita sex selingkuh, cerita sex ngentot mama nonton bokep indo, bokep jepang, bokep barat, bokep jilboob, bokep sma, bokep smp, abg indo, bokep remaja,


© 2017-2018 Cerita 998

Bokep indoKomik hentaiWebtoon dewasa