alamat baru Cerita 998 http://cerita998.us

Lapor link/video rusak dan request video disini

   

Ngentot mama di mobil

Saat itu bulan Agustus. Kami menghabiskan pagi itu untuk memuat barang-barang ke dalam mobil. Anak kami, Mike akan pergi untuk kuliah. Saat itu masih pagi tapi suhu diluar sudah panas. Mike, aku dan suami ku cukup banyak mengeluarkan keringat saat mengisi barang-barang ke mobil itu.

Bagasi mobil itu sudah penuh dan kursi belakang tidak akan bisa lagi menampung banyak barang. Mike kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil barang-barangnya yang terakhir. Aku mendengar dia keluar dari rumah. Aku berbalik dan melihat dia sedang membawa TV layar datar 42 inchi miliknya.

“Dimana kau akan menaruh TV itu?” Aku mendengar ayahnya bertanya.

“Aku tidak tahu, tapi aku tidak ingin meninggalkannya. Mungkin kita bisa memindahkan beberapa barang di bangku belakang.”

Aku melihat ke bangku belakang. “Aku rasa tidak bisa, nak.”

Mike melihat ke dalam mobil. “Kita bisa menaruhnya di bagian tengah dari bangku depan.”

“Ok, anak kuliahan,” Kata ku. “Lalu dimana ibu mu akan duduk?” Aku bisa melihat dari wajahnya bahwa dia sedang mencoba menemukan sebuah solusi.

“Aku punya ide,” katanya. Dia membuka pintu samping untuk penumpang, lalu menaruh TV itu di tengah. Kemudian dia masuk dan duduk. “Nah lihat, masih ada cukup ruang. Sini bu duduklah disebelah ku.”

Aku mencoba untuk duduk disebelah anak ku. Aku bisa duduk di kursi itu, tapi pintunya tidak akan bisa ditutup.

Aku bukanlah seorang wanita yang bertubuh besar. Tinggi ku sekitar 5 kaki dan berat badan ku hanya 100 pound. Mike lah yang paling banyak mengambil ruang dikursi belakang itu. Tinggi badannya sudah mencapai 6 kaki dan berat badannya sekitar 200 pound.

“Bukan aku yang mengambil banyak ruang, tapi kau. Ini tidak akan berhasil. Begitu saja, tinggalkan TV itu dan saat kami datang mengunjungi mu kami akan membawanya bersama kami.”

“Tidak bisa,” jawab Mike saat aku keluar dari mobil dan berdiri disamping pintu.

“Putuskan pilihan mu Mike, cuacanya panas di luar sini.”

“Ok,” Mike memandang ke arah ku. “Ok, kau bisa duduk dipangkuan ku.”

“Mike, ini adalah perjalanan selama 5 jam,” kata ayahnya.

“Aku tahu, tapi ibu tidak terlalu berat. Bagaimana menurut mu, bu. Apa kau tidak keberatan jika duduk dipangkuan ku?”

“Ok, aku akan duduk dipangkuan mu. Tapi jika rasanya jadi sangat tidak nyaman aku ingin beristirahat di sebuah tempat perhentian.” Kata ku sambil menatap ke arah Steve suami ku. Dia setuju. “Ok, ayo kita segera mandi supaya bisa segera memulai perjalanan ini.”

Aku mandi dengan cepat. Karena aku akan duduk dipangkuan anak ku selama 5 jam, maka aku ingin mengenakan sesuatu yang benar-benar nyaman. Celana jeans ku akan terasa terlalu sempit. Selain itu cuacanya juga terlalu panas untuk mengenakannya.

Aku melihat ke dalam lemari ku. Aku melihat ke semua pakaian ku dan menemukan sebuah gaun musim panas yang pernah aku beli. Itu adalah sebuah gaun pendek tanpa lengan. Gaun itu menggunakan kancing dibagian depat. Aku membuka kancingnya lalu mengenakannya.

Saat aku selesai mengancingkannya, aku memperhatikan bahwa gaun itu terlalu banyak menampakkan bra ku. Aku melepaskannya lagi.

Aku melepaskan bra ku lalu kembali mengenakan gaun itu lalu menatap ke dalam cermin. Aku benar-benar tidak membutuhkan sebuah bra. Bahkan dengan usia ku yang sudah 37 tahun payudara ku masih kencang.

Gaun itu pendek, hanya sampai di pertengahan paha ku. Aku menyelipkan celana dalam berwarna putih kemudian kembali melihat ke dalam cermin untuk yang terakhir kali.

Aku berkata pada diri ku sendiri, “Untuk seorang ibu dari seorang anak berusia 18 tahun, aku masih terlihat cantik. Aku tahu suami ku masih menyukai penampilan ku. Dia masih selalu ingin mengentot ku paling tidak 5 kali seminggu.”

Aku mendengar suara klakson mobil dan segera berlari ke bawah, menutup dan mengunci pintu depan lalu menuju ke mobil. Anak ku sudah duduk di bangku belakang itu. Aku duduk dan memasukkan kedua kaki ku ke dalam mobil.

Aku melihat ke bawah dan ternyata gaun ku hanya sedikit menutupi paha ku. Anak ku mengenakan celana pendek baggy dan sebuah t-shirt. Aku menutup pintu mobil itu.

Aku senang karena telah mengenakan gaun ini. Aku bisa merasakan bagian bawah dari kaki ku diatas kaki anak ku. “Bagaimana keadaan mu?” Aku bertanya pada anak ku.

“Baik, ibu, kau tidaklah berat. Tidak masalah.”

Aku melihat ke arah suami ku yang berada dibalik TV itu. “Apa kau memiliki ruang yang cukup untuk menyetir?” Aku bertanya padanya.

“Tentu,” dia menjawab. Aku cuma bisa melihat kepalanya. “Apa kau bisa melihat ku?” Aku tertawa.

“Cuma kepala mu saja, sayang. Apa kau merasa nyaman?”

Aku menggeliat diatas pangkuan anak ku. “Yea, aku sama sekali tidak mengalami kesulitan.”

Aku menyalakan radio itu. Saat sedang mendengarkan musik, aku mulai merasakan sesuatu yang keras. Aku mengatur ulang posisi pantat ku, tapi benda keras itu tidak juga menjauh. Aku juga memperhatikan anak ku jadi benar-benar terdiam.

“Benda itu tidak ada saat pertama kali aku duduk.” pikir ku. Kemudian aku menyadari benda apa itu sebenarnya. Kontol anak ku ternyata mengeras. Aku benar-benar tidak menyangka bahwa dengan duduk diatas pangkuannya telah membuat kontol anak ku jadi mengeras.

Aku bisa merasakan kontol itu masih terus membesar. “Ya Tuhan,” pikir ku. “Seberapa besar kontol itu nantinya.” Aku merasa bingung dengan apa yang sebenarnya dia pikirkan. Apakan dia mengira bahwa aku tidak bisa merasakan kontolnya itu diantara belahan pantat ku?

Aku memandang ke arah kaki ku. Gaun ku sudah sedikit terangkat. Aku hampir bisa melihat celana dalam ku. Tangan anak ku berada diatas kursi di samping ku. Aku tidak tahu apakah dia bisa melihat bahwa gaun ku sudah tersingkap.

Aku menyadari bahwa aku menyukai ide tentang gaun ku yang tersingkap itu. Mengetahui bahwa ternyata aku bisa membuat kontol anak ku jadi mengeras, itu membuat ku jadi sedikit bergairah.

Kami baru menempuh perjalanan selama satu jam, masih ada empat jam lagi. Aku tahu suami ku tidak bisa mleihat bagaimana kondisi gaun ku atau melihat ke arah kaki ku. TV itu telah menghalangi pandangannya.

Aku merasakan anak ku menggerakkan tubuhnya. Saat melakukan itu, kontolnya jadi berada dibawah pantat ku. Aku jadi berharap dia akan mencoba sesuatu.

“Bagaimana keadaan mu, nak?” Tanya ku.

“Aku Ok, mom, bagaimana dengan mu?”

“Aku menyukai apa yang aku rasakan,” jawab ku. “Apa tangan mu mulai terasa lelah disitu?”

“Yea, rasanya sedikit tidak nyaman.”

“Coba sini mungkin kau bisa merasa lebih nyaman,” kata ku sambil menarik tangannya lalu meletakkannya diatas paha ku. “Apa rasanya lebih nyaman?”

“Yea, ini jauh lebih nyaman.”

Aku melihat ke bawah. Saat menaruh tangannya dipaha ku, telapaknya ku arahkan ke bawah. Jari-jari jempol beristirahat di dalam paha ku, sangat dekat dengan celana dalam ku. Aku menyukai itu. Aku berharap dia akan menggerakkan jari itu ke atas dan menyentuh memek ku. Tapi aku tahu dia tidak akan melakukannya.

Semakin lama aku merasakan tangannya diatas paha ku, semakin aku ingin dia merasakan diri ku. Aku menaruh tangan ku diatas tangannya. Ini sepertinya tampak sangat wajar. Aku mulai menggosok-gosok tangannya, seperti yang biasa dilakukan oleh seorang ibu, tapi aku punya niat lain.

Aku memandang ke arah suami ku. Aku menyukai pemikiran tentang tangan anak ku yang ada diatas paha ku dengan suami ku yang berada disana. Saat menggosok tangannya, aku mencoba untuk menggerakkannya sedikit ke atas paha ku. Dia tidak menolaknya.

Sekarang tangannya berada di rok ku dengan jari-jarinya masih dipaha ku. Aku sedikit mengangkat tubuh ku supaya aku bisa sedikit menyingkap rok ku. Tangannya bergerak seiring dengan rok ku. Aku melihat ke bawah dan bisa melihat celana dalam ku. Jari-jarinya begitu dekat untuk menyentuhnya.

Aku mengangkat tangan kanannya lalu menaruhnya diatas celana dalam ku. Dia membiarkan tangannya tetap berada disana. Aku sedikit merentangkan kaki ku. Saat melakukan itu, tangannya terasa diantara kedua kaki ku. Aku menahan tangannya dan menekannya ke celana dalam ku.

Tangan anak ku sekarang berada di celana dalam ku, menutupi memek ku. Aku bisa merasakan memek ku menjadi basah. Aku ingin lebih. Saat aku melepaskan tangan ku, dia membiarkan tangannya tetap berada di sana. Dia tidak bergerak-gerak atau melakukan apapun. Dia cuma membiarkan tangannya berada diatas memek ku.

Aku menunggu dia untuk mulai menggerakkan jari-jarinya. Tapi ternyata tidak. Mungkin dia merasa takut. Aku tahu cara memperbaikinya. Aku meraih tangannya dan menggerakkannya ke atas celana dalam ku.

Saat aku tahu jari-jarinya berada diatas celana dalam ku, aku menekan tangannya ke arah tubuh ku lalu secara perlahan menyelipkan jari-jarinya diantara celana dalam dan kulit ku. Aku terus menggerakkan tangannya ke bawah sampai aku bisa merasakan ujung-ujung jarinya sedikit menyentuh bibir vagina ku.

Aku menekan tangannya lebih ke bawah lagi. Aku tidak bisa mengarahkan semua bagian tangannya untuk masuk ke dalam celana dalam ku supaya dia bisa merasakan memek ku. Celana dalam ku itu begitu ketat untuk tangan kami berdua.

Akhirnya, aku merasakan tangannya mulai mencoba untuk bergerak lebih ke bawah supaya dia bisa menemukan lubang memek ku. Saat aku menarik keluar tangan ku dari bawah celana dalam ku, tangan anak ku tetap berada di atas memek ku.

Aku mengangkat pinggul ku, mengaitkan jempol ku dimasing-masing sisi celana dalam ku lalu menariknya ke bawah hingga ke lutut ku. Begitu aku melakukan itu, aku merasakan Mike menggerakkan tangannya supaya jari-jarinya bisa masuk ke dalam lubang vagina ku.

Celana dalam ku telah menghalangi ku untuk merentangkan kedua kaki ku agar dia benar-benar bisa merasakan memek ku. Sebelum aku bisa menggerakkan tangan ku untuk melepaskan celana dalam ku, Mike sudah menggunakan tangan lainnya dan mulai menarik turun celana dalam ku.

Aku mengangkat kaki ku supaya dia bisa melepaskan celana dalam ku. Aku merentangkan kedua kaki selebar yang aku bisa. Cuma itu yang dia butuhkan. Memek ku begitu basah saat dia menyelipkan kedua jarinya ke dalam. Aku mengeluarkan suara erangan.

“Apa kau baik-baik saja?” tanya suami ku. Dia memandang ke arah ku. Aku tersenyum dan mengatakan, “Aku OK; Aku mengira untuk duduk diatas pangkuan anak ku akan menjadi masalah, tapi ternyata sama sekali tidak. Perjalanan ini akan terasa nikmat.”

Dan disanalah aku, sedang berbicara dengan suami ku sementara tangan anak ku sedang memainkan memek ku. “Masih berapa jauh lagi sebelum kita berhenti?”

“Aku tidak ingin berhenti, aku masih ingin sedikit lebih jauh lagi.”

“Bagaimana dengan mu Mike, apa kau bisa sedikit lebih jauh lagi?”

“Yea, mom. Aku bisa sedikit lebih jauh lagi.”

“Bagus,” jawab ku. “Semakin jauh kita, semakin aku menyukainya.”

“Kau juga setuju kan sayang?” Aku bertanya pada suami ku.

“Yea, aku juga belum ingin berhenti,” dia menjawab.

Aku berpaling dan memandang ke arah anak ku. “Aku juga. Aku tidak ingin kau berhenti.”

“Mike?” suami ku bertanya pada anak ku. “Bagaimana keadaan mu dengan ibumu yang sedang berada diatas pangkuan mu?”

“Tidak masalah, dad, mommy terus saja bergerak sehingga membuat ku merasa nyaman. Sesekali dia mengangkat pinggulnya untuk mengurangi tekanan.” Sambil mengatakan itu, Mike menyelipkan jarinya lebih dalam lagi ke memek ku.

Mike mulai menggerakkan jari-jarinya keluar masuk di memek ku. Aku harus menggigit lidah ku agar tidak mengerang. Aku menekan tangan ku ke tangannya. Aku menekan tangannya keras-keras ke dalam memek ku.

Aku ingin dia tahu bahwa aku ingin jarinya masuk lebih dalam lagi. Dia memahami itu dan memasukkan jarinya sedalam yang dia bisa. Aku mulai menggerakkan pinggul ku mengikuti irama ayunan jari-jarinya.

Aku memandang ke arah suami ku. Untunglah ada TV itu yang menghalangi pandangannya. Jika suami ku bisa melihat jari-jari anaknya yang sedang berada di dalam memek ibunya, aku benar-benar tidak tahu apa yang akan dilakukannya.

Seluruh tubuh ku mulai merespon terhadap jari-jari Mike. Tanpa peringatan, Mike menarik keluar jarinya dari memek ku. Aku merasa kecewa. Tapi itu tidak lama. Anak ku itu mulai membuka kancing gaun ku. Dia mulai pada kancing bagian atas dan terus sambil kancing bagian bawah.

Saat dia membuka kancing gaun ku, aku bisa merasakan udara dingin dari AC mobil. Itu membuat puting-puting ku jadi semakin mengeras. Aku merasakan Mike membuka kancing yang terakhir. Dia membuka gaun ku.

Bagian depan gaun ku sekarang sudah bernar-benar terbuka untuk anak ku agar dia bisa melakukan apapun yang dia mau pada ku. Tangannya mulai meraba-raba tubuh ku dari atas sampai bawah.

Dia mulai membelai payudara ku. Dia terus menangkup payudara ku itu dengan tangannya. Aku membusungkan dada ku supaya dia bisa menekan payudara ku lebih keras lagi.

Aku mengangkat pinggul ku dan mengangkat gaun ku dari bawah pantat ku. Anak ku memahami alasannya.

Dia menurunkan tangannya untuk membuka resleting celananya. Aku harus mengangkat tubuh ku cukup tinggi supaya dia bisa membuka resleting celananya. Aku mendengar suara resleting yang dibuka. Kontolnya masih terjebak dibawah pantat ku lalu aku mengangkat pinggul ku lebih tinggi lagi.

“Apa semuanya OK, sayang?” Suami ku bertanya. “Apa kau mulai merasa tidak nyaman diatas pangkuan anak mu? Apa kau ingin aku berhenti dulu supaya kau bisa merasa lebih nyaman?”

Saat Mike melorotkan celana dalamnya, aku merasakan kontolnya yang terjebak mulai bisa membebaskan dirinya. Kontolnya menekan ke arah bagian belakang pantat ku.

“Jangan berhenti, tidak apa-apa sayang.” Jika aku bisa menggerakan tubuh ku dengan tepat, aku rasa aku akan merasa jauh lebih nyaman. Bagaimana dengan mu Mike. Apa ada sesuatu yang perlu aku lakukan untuk membuat mu merasa lebih nyaman? Apa ada yang kau ingin aku lakukan?”

Mike menaruh tangannya di masing-masing sisi dari pinggu ku. “Jika kau mau mom, angkat tubuh mu sedikit supaya aku bisa memposisikan diri ku lebih baik lagi.”

Aku memahami maksudnya. Aku mengangkat pantat ku setinggi mungkin. Aku merasakan salah satu dari tangannya menjauh dari pinggul ku. Aku tahu apa yang akan dilakukannya dengan tangan itu.

Aku mulai menurunkan pantat ku dan merasakan ujung kontolnya di lubang memek ku. Aku menurunkan pantat ku lebih ke bawah lagi. Kontolnya menyelinap masuk dengan mudah ke dalam lubang memek ku.

Saat aku menurunkan tubuh ku ke atas kontol anak ku, kontolnya itu membuka dinding-dinding vagina ku lebar-lebar. Aku mengerang. Aku tidak bisa menahan diri ku. Suami ku menatap ke arah ku. “Apa kau yakin tidak ingin aku berhenti dulu?”

Aku terus menurunkan tubuh ku sampai aku merasakan bagian dasar dari kontol anak ku di memek ku. “Tidak, tidak, jangan berhenti, aku masih ingin melanjutkannya. Aku masih tahan selama setengah jam lagi atau lebih. Bagaimana dengan mu Mike, apa kau masih bisa tahan sampai setengah jam lagi?”

“Yea mom, saat kau menurunkan tubuh mu diatas ku, aku memposisikan diri ku suapa aku tidak mengalami kesulitan. Aku ingin kau mengangkat tubuh mu sebentar. Apa itu tidak masalah?”

“Kau ingin aku mengangkat tubuh ku bersamaan dengan mu?”

“Tidak, tetaplah diatas pangkuan ku dan aku akan mengangkat mu bersama dengan ku.” Sambil mengatakan itu, anak ku mengangkat pinggulnya, mengarahkan kontolnya lebih dalam lagi ke memek ku. Seketika itu juga, aku hampir segera menjadi orgasme.

“Ini, biarkan aku menjadi sedikit lebih nyaman.” Aku menggoyangkan pantat ku ke kanan dan ke kiri lalu ke arah depan, menyebabkan kontolnya bisa bergerak-gerak lebih bebas lagi di dalam memek ku.

Saat aku sedang menunggangi kontol anak ku itu, aku memandang ke arah suami ku. Mike masih terus menekan kontolnya ke dalam memek ku sekeras yang dia bisa. Andai saja dia tahu. Aku disini sedang telanjang, mengentot anak ku dengan suami ku yang tepat berada didepan ku.

“Seberapa cepat menurut mu kita bisa mengunjungi Mike setelah dia memasuki asramanya?”

“Well dengan beban pekerjaan ku, akan sulit untuk bisa mengambil liburan, tapi jaraknya tidaklah jauh, kau bisa mengunjunginya tanpa aku.”

Berbicara dengan suami ku sementara kontol anak ku berada di dalam memek ku membuat ku jadi semakin horny. “Aku mengerti, aku rasa tidaklah buruk untuk datang setiap kali aku menginginkannya. Aku akan datang sesering mungkin. Apa itu tidak masalah untuk mu Mike?”

“Mom, kau bisa datang sesering yang kau mau. Bahkan, semakin sering kau datang, semakin aku menyukainya.” Saat dia selesai mengatakan itu dia menekan keras ke dalam memek ku. “Seberapa cepat menurut mu kau akan datang?” dia bertanya pada ku.

“Secepatnya, Mike, secepatnya.”

Aku mulai menggerakkan pantat ku maju mundur di kontolnya. Satu-satunya bagian dari diri ku yang bergerak adalah pantat ku. Aku menjaga agar kepala ku tidak bergerak supaya suami ku tidak curiga dengan apa yang sedang kami lakukan.

Aku merasakan orgasme ku mendekat. Aku meraih tangan Mike dan membimbingnya agar menekan payudara ku. Kontolnya yang sedang berada di dalam memek ku dan tangannya berada dipayudara ku itu terlalu nikmat untuk ditahan.

Aku merasakan gelombang-gelombang kenikmatan menghantam ku. Yang bisa aku lakukan hanyalah mengejangkan tubuh ku. Itu berlangsung selama 30 detik. Itu adalah orgasme terlama yang pernah aku rasakan.

Merasa kelelahan, aku menyandarkan punggung ku ke tubuh anak ku. Dia masih belum selesai dengan ku. Dia terus menghujamkan kontolnya ke dalam memek ku. Kaki-kakinya mengejang. Anak ku mulai menyemprotkan spermanya ke dalam memek ku.

Aku bisa merasakan dia memenuhi ku. Rasanga sangat hangat. Tubuh ku diam tidak bergerak sampai dia mengosongkan kontolnya ke dalam memek ku. Kami berdua sama-sama lemas.

“Ada sebuah papan tanda yang menyatakan ada sebuah tempat untuk makan sekitar 10 mil lagi. Apa kalian lapar?”

“Yea Dad, aku bisa makan sesuatu,” kata Mike. Aku berpaling dan memandang ke arah Mike. Dia tersenyum pada ku. “Bagaimana dengan mu Mom? Menurut mu kau bisa makan sesuatu?”

“Aku masih cukup kenyang, tapi aku rasa aku bisa makan hot dog atau sesuatu.”

Aku menunduk untuk mengambil celana dalam ku yang berada di lantai mobil. Saat aku menunduk untuk mengambilnya, aku merasakan kontol anak ku keluar dari memek ku. Aku memasukkan kembali celana dalam ke kaki ku lalu menariknya ke atas.

Tepat saat aku akan menarik celana dalam itu ke atas memek ku. Tangan anak ku menjangkau dan memasukkan lagi jari-jarinya ke dalam memek ku. Aku menampar tangan itu sambil bercanda. Dia mengeluarkan jari-jarinya dari memek ku dan aku menarik celana dalam ku ke atas.

Aku mulai mengancingkan gaun ku. Aku merasakan merasakan anak ku memasukkan kembali kontolnya ke dalam celana lalu mengancingkan resletingnya.

“Setelah kita makan, berapa lama lagi waktu perjalanan kita yang tersisa?” Aku bertanya pada suami ku.

“Sekitar dua jam. Apa kalian masih sanggup untuk melanjutkan selama dua jam lagi?”

“Aku sama sekali tidak merasa keberatan,” kata ku kepada suami ku. “Jika Mike masih sanggup, aku bisa duduk diatas pangkuannya selama dua jam lagi. Bagaimana dengan mu Mike. Apa kau tidak keberatan jika ibu mu duduk dipangkuan mu selama dua jam lagi?”

“Well, dua jam pertama terasa cukup cepat. Aku membayangkan dua jam berikutnya akan berlangsung sama cepatnya atau bahkan lebih cepat lagi.”

“Aku mengira setidaknya salah satu dari kalian akan mulai mengeluh saat ini.”

“Aku sama sekali tidak punya keluhan. Apa kau punya keluhan nak?”

“Mom aku tidak akan mengeluh bahkan jika perjalannnya masih lebih jauh lagi.”

“Terima kasih nak, aku akan mencoba dan membuat dua jam berikutnya terasa nikmat untuk mu.”

TAMAT

Leave a Reply

cerita sex, cerita dewasa, cerita ngentot, cerita sex incest sedarah, cerita sex selingkuh, cerita sex ngentot mama nonton bokep indo, bokep jepang, bokep barat, bokep jilboob, bokep sma, bokep smp, abg indo, bokep remaja,


© 2017-2018 Cerita 998

Bokep indoKomik hentaiWebtoon dewasa